Topik : Rokok
Sub pokok bahasan : Bahaya rokok terhadap tubuh
Sasaran : Remaja
Target : Pengguna rokok
Waktu : 45 menit
Hari/tanggal : Jum’at 12-04-2014
Tempat : Balai Desa
Penyuluh : Mahasiswa DIII Keperawatan
Sub pokok bahasan : Bahaya rokok terhadap tubuh
Sasaran : Remaja
Target : Pengguna rokok
Waktu : 45 menit
Hari/tanggal : Jum’at 12-04-2014
Tempat : Balai Desa
Penyuluh : Mahasiswa DIII Keperawatan
I.
Tujuan
1.1 Tujuan
Intruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang bahaya rokok terhadap tubuh, peserta penyuluhan masyarakat dusun kembaran mengerti dampak menggunakan atau mengkonsumsi rokok.
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang bahaya rokok terhadap tubuh, peserta penyuluhan masyarakat dusun kembaran mengerti dampak menggunakan atau mengkonsumsi rokok.
1.2 Tujuan
Intuksional Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan satu kali diharapkan peserta penyuluhan mampu:
1. Memahami bahaya rokok bagi tubuh
2. Mengerti kandungan atau racun yang terdapat dalam rokok
3. Mengurangi dalam mengkonsumsi rokok
4. Berhenti mengkonsumsi rokok
Setelah mendapatkan penyuluhan satu kali diharapkan peserta penyuluhan mampu:
1. Memahami bahaya rokok bagi tubuh
2. Mengerti kandungan atau racun yang terdapat dalam rokok
3. Mengurangi dalam mengkonsumsi rokok
4. Berhenti mengkonsumsi rokok
II. Metode
* Ceramah dan tanya jawab
* Ceramah dan tanya jawab
III.
Media
a. Leaflet
a. Leaflet
IV.
Waktu dan tempat
* Pukul 18.00 tanggal 12 April 2014 di Balai Desa
* Pukul 18.00 tanggal 12 April 2014 di Balai Desa
V.
Garis besar materi
a. Pengertian rokok
b. Kandungan rokok
c. Jenis-jenis rokok
d. Tipe rokok
e. Bahaya rokok
f. Upaya pencegahan
g. Kesimpulan
a. Pengertian rokok
b. Kandungan rokok
c. Jenis-jenis rokok
d. Tipe rokok
e. Bahaya rokok
f. Upaya pencegahan
g. Kesimpulan
VI.
Kriteria Evaluasi
1.
Evaluasi struktur:
Ø Masyarakat
hadir ditempat penyuluhan
Ø Penyelenggaraan
dilaksanakan di Balai Desa
Ø Pengorganisasian
penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi proses
a. Masyarakat
antusiasi terhadap materi penyuluhan
b. Masyarakat
tidak meninggalkan tempat penyuluhan.
c. Masyarakat
mengajukan dan menjawab pertanyaan secara benar.
3. Evaluasi hasil
a. Masyarakat
sudah mengerti,memahami,dan melaksanakan tentang bahaya rokok bagi kesehatan
b. Masyarakat
hadir saat pertemuan
a. Kegiatan Penyuluhan
|
No
|
Waktu
|
Kegiatan penyuluhan
|
Metode
|
|
1
|
5 menit
|
Pembukaan :
·
Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
·
Memperkenalkan diri
·
Menjelaskan tujuan penyuluhan
·
Menyebutkn materi yang akan diberikan
|
Ceramah
|
|
2
|
15 menit
|
Pelaksanaan :
·
menjelaskan pengertian tentang rokok
·
menjelaskan macam-macam rokok
·
menjelaskan Jenis-Jenis Rokok& Tipe Perokok
·
Menjelaskan bahaya Rokok
·
Menjelaskan alasan Seseorang
harus berhenti/ tidak perlu merokok
·
Cara/ langkah
berhenti Merokok
·
Upaya Pencegahan
|
·
Ceramah
|
|
3
|
15 menit
|
Evaluasi
·
Memberi kesempatan peserta untuk bertanya
|
·
Diskusi & Tanya jawab
|
|
4
|
5 menit
|
Terminasi :
·
Mengucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat
·
Mengucapkan salam penutup
|
·
Ceramah
|
B.
Pengorganisasian
1.
Pembicara : Progja Remaja
2 .Observasi : Dosen Pembimbing
c.
Materi
Penyuluhan
Bahaya
Rokok Bagi Kesehatan
1. Pengertian Rokok
Rokok
merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya
kesehatan bagi diri sendiri maupun masyarakat, oleh karena itu diperlukan
berbagai kegiatan pengamanan rokok bagi kesehatan
Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan
Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan
2. Kandungan Rokok
Setiap
batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4.000 bahan kimia beracun yang
membahayakan dan boleh membawa maut. Dengan ini setiap sedutan itu menyerupai
satu sedutan maut. Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif
(polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci
lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun
anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar
gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman mati, dan banyak lagi.
Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan karbon monoksida.
Tar mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanker (karsinogen).
Tar mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanker (karsinogen).
Nikotin
turut menjadi puncak utama risiko serangan penyakit jantung dan strok. Hampir
satu perempat mangsa penyakit jantung adalah hasil puncak dari tabiat merokok.
Di Malaysia, sakit jantung merupakan menyebab utama kematian sementara strok
adalah pembunuh yang keempat. Karbon Monoksida pula adalah gas beracun yang
biasanya dikeluarkan oleh kenderaan. Apabila racun rokok itu memasuki tubuh
manusia ataupun hewan, yang akan membawa kerusakkan pada setiap organ, yaitu
bermula dari hidung, mulut, tekak, saluran pernafasan, paru-paru, saluran
penghazaman, saluran darah, jantung, organ pembiakan, sehinggalah ke saluran
kencing dan pundi kencing, yaitu apabila sebahagian dari racun-racun itu dikeluarkan
dari badan.
3. Jenis-Jenis Rokok
Rokok dibedakan menjadi beberapa
jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau
isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.
a. Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
• Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
• Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
• Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas
• Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
b. Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
• Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang
a. Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
• Klobot: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
• Kawung: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
• Sigaret: rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas
• Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
b. Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
• Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang
diberi saus untuk mendapatkan efek
rasa dan aroma tertentu.
• Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan
• Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan
cengkeh yang diberi saus untuk
mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
• Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau,
• Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau,
cengkeh, dan menyan yang diberi saus
untuk mendapatkan efek rasa dan
aroma tertentu.
c. Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
• Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara
c. Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
• Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara
digiling atau dilinting dengan
menggunakan tangan dan atau alat bantu
sederhana.
• Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan
• Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan
mesin.
d. Rokok berdasarkan penggunaan filter.
• Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
• Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat
d. Rokok berdasarkan penggunaan filter.
• Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
• Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat
gabus.
4.
Tipe Perokok
perokok
pasif Adalah orang- orang yang tidak merokok namun hidup/ bekerja sepanjang
hari bersama- sama dengan perokok. Orang- orang tersebut dalam waktu yang lama
juga berisiko menderita penyakit yang sama seperti seorang perokok. Ini
disebabkan mereka menghirup asap rook disekitarnta.
Mereka yang dikatakan perokok sangat berat adalah bila mengkonsumsi
rokok lebih dari 31 batang perhari dan selang merokoknya lima menit setelah
bangun pagi. Perokok berat merokok sekitar 21-30 batang sehari dengan selang
waktu sejak bangun pagi berkisar antara 6 - 30 menit. Perokok sedang
menghabiskan rokok 11 – 21 batang dengan selang waktu 31-60 menit setelah
bangun pagi. Perokok ringan menghabiskan rokok sekitar 10 batang dengan selang
waktu 60 menit dari bangun pagi.
Ada 4 tipe perilaku merokok adalah :
1. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh
perasaan positif.
Dengan merokok seseorang merasakan
penambahan rasa yang positif. menambahkan ada 3 sub tipe ini :
a.
Perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah
didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.
b. Perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk
menyenangkanperasaan.
c.
Kenikmatan yang diperoleh dengan memegang rokok. Sangat spesifik pada perokok
pipa. Perokok pipa akan menghabiskan waktu untuk mengisi pipa dengan tembakau
sedangkan untuk menghisapnya hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja. Atau
perokok lebih senang berlama-lama untuk memainkan rokoknya dengan jari-jarinya
lama sebelum ia nyalakan dengan api.
2.
Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak orang yang
menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, misalnya bila ia marah,
cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok
bila perasaan tidak enak terjadi, sehingga terhindar dari perasaan yang lebih
tidak enak.
3.
Perilaku merokok yang pecandu, mereka yang sudah pecandu akan menambah dosis
rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya
berkurang. Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli rokok, walau tengah
malam sekalipun, karena ia khawatir kalau rokok tidak tersedia setiap saat ia menginginkannya.
4.
Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama
sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena
benar-benar sudah menjadi kebiasaannya rutin. Dapat dikatakan pada orang-orang
tipe ini merokok sudah merupakan suatu perilaku yang bersifat otomatis,
seringkali tanpa dipikirkan dan tanpa disadari. Ia menghidupkan api rokoknya
bila rokok yang terdahulu telah benar-benar habis.
5.
Bahaya Rokok
Rokok adalah benda beracun yang memberi
efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat
rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang
merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.
Ketika sebatang rokok terbakar terbentuklah 4.000 senyawa kimia, 200
diantaranya beracun dan 43 lagi pemicu kanker.
Efek racunnya terhadap sang perokok dibandingkan yang tidak merokok yaitu:
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Efek racunnya terhadap sang perokok dibandingkan yang tidak merokok yaitu:
• 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
• 4x menderita kanker esophagus
• 2x kanker kandung kemih
• 2x serangan jantung
Beberapa bahaya rokok diantaranya :
a. Rokok juga meningkatkan resiko
kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah
tinggi.
b. Asap rokok mengandung kurang lebih
4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat
menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar,
nikotin, karbon monoksida, dsb.
c. Asap rokok yang baru mati di asbak
mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung
bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi
kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap
rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang
macet.
d. Seseorang yang mencoba merokok
biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam
kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika
uang yang dimilikinya terbatas.
e. Harga rokok yang mahal akan sangat
memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan
kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk
terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar
negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar
negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak
buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila
pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang
lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
f. Sebagian perokok biasanya akan
mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan
yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat.
Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap
rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan
terkena penyakit kanker.
g. Kegiatan yang merusak tubuh adalah
perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang
haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama
yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.
6. Alasan Seseorang Harus Berhenti/ tidak Perlu Merokok
Anjuran ini
diberikan dengan alasan:
·
Kemungkinan/ resiko
anda untuk menderita serangan jantung dan kanker paru akan berkurang.
·
Anda akan bernafas
lebih mudah, lega dan nyaman
·
Keluhan batuk- batuk
yang anda derita terutama pada pagi hari akan berkurang, bahkan menghilang.
·
Anda dapat menghemat
uang untuk keperluan lain yang lebih berarti dan bermanfaat.
·
Penampilan paras muka,
bibir, kulit dan bau lebih baik
·
Stamina dan energy akan
bertambah
·
Agar anda dapat
mencapai kesehatan yang optimal
·
Anda terbebas dari
belenggu perbudakan dan kecanduan rokok, sehingga anda akan merasakan
kepercayaan terhadap diri sendiri yang lebih mantap dan kuat.
7.
Cara/
langkah berhenti Merokok
·
Tancapkan niat dalam
hati anda, kalau anda memiliki keinginan untuk berhenti merokok
·
Jika anda terbiasa
menikmati rokok sewaktu merasa bosan, susah berkonsentarasi, untuk istirahat
sejenak, bercakap- cakap/ ngobrol dengan teman- teman atau sehabis makan,
sekarang dengan sengaja lakukan sesuatu pada situasi tersebut untuk merubah
kebiasaan anda dari merokok kegiatan/ kebiasaan lain seperti
o Bila
anda merasa bosan, lakukan tugas- tugas yang anda tunda selama ini
o Sulit
berkonsentrasi, gigitlah tusuk gigi, kayu manis, wortel, ketimun atau buah
lainnya/ makanlah permen.
o Istirahat
sejenak dan minumlah segelas air jeruk
o Sehabis
makan, segera lakukan aktifitas yang tidak membuat anda ingin merokok, misalnya
membaca majalah, olahraga dipagi hari, berkebun dll.
·
Cari hobi/ kesibukan
atau kegiatan yang anda senangi dan lakukan segera setelah anda berhenti
merokok seperti berenang, berkebun, membaca buku dll
·
Beritahu kepada
keluarga dan teman- teman bahwa anda berniat untuk berhenti merokok. Minta
mereka mengingatkan anda apabila anda menyalakan rokok. Dan minta mereka
membantu untuk mengalihkan perhatian anda dari rokok dan mengajak untuk
melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.
·
Setiap kali anda ingin
merokok, cobalah untuk menarik nafas panjang beberapa kali. Kepalkan tangan
anda dan lepaskan perlahan, perasaan keinginan untuk merokok akan berkurang
·
Jauhkan diri anda dari
tempat- tempat, teman- teman, pergaulan dan situasi dimana anda mungkin tergoda
untuk ingin merokok
·
Hilangkan dari sekitar
lingkungan rumah anda dan ditempat kerja jika memungkinkan seperti korek api,
rokok, mencis, asbak dan semua hal yang menggoda untuk merokok, seperti poster,
gambar atau benda lain yang mengingatkan atau menggoda anda untuk merokok
kembali.
·
Jangan sekali- kali
menyerah untuk kembali merokok tidak juga untuk mengatakan “ hanya sebatang
rokok saja.
8.
Upaya Pencegahan
Dalam upaya prevensi, motivasi untuk
menghentikan perilaku merokok penting untuk dipertimbangkan dan dikembangkan.
Dengan menumbuhkan motivasi dalam diri untuk berhenti atau tidak mencoba untuk
merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak terpengaruh oleh godaan merokok
yang datang dari teman, media massa atau kebiasaan keluarga/orangtua.
Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat dijadikan contoh dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok, karena ternyata program tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan dengan cara membuat berbagai poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah sekolah-sekolah, televisi atau radio. Pesan-pesan yang disampaikan meliputi:
Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat dijadikan contoh dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok, karena ternyata program tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan dengan cara membuat berbagai poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah sekolah-sekolah, televisi atau radio. Pesan-pesan yang disampaikan meliputi:
·
Meskipun orang tuamu merokok, kamu tidak perlu harus meniru,
karena kamu mempunyai akal yang dapat kamu pakai untuk membuat keputusan
sendiri.
·
Iklan-iklan merokok sebenarnya menjerumuskan orang.
Sebaiknya kamu mulai belajar untuk tidak terpengaruh oleh iklan seperti itu.
Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu merokok. Kamu bisa menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.
Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara jangka pendek maupun jangka panjang yang nantinya akan ditanggung tidak saja oleh diri kamu sendiri tetapi juga akan dapat membebani orang lain (misalnya: orangtua)
Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu merokok. Kamu bisa menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.
Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara jangka pendek maupun jangka panjang yang nantinya akan ditanggung tidak saja oleh diri kamu sendiri tetapi juga akan dapat membebani orang lain (misalnya: orangtua)
9.
Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.
Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.
Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.
Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.
10.
Referensi
·
Bahan Kuliah II Kesehatan Reproduksi: Reproductive Health
Program Faculty Of Public Health University Indonesia
·
WWW. Google. Com
·
WWW. Http// Bahaya Rokok. Com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar