BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Anak memiliki suatu ciri yang khas
yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa
remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil.
Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan
usianya. Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan
berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Karena pentingnya
pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, maka dari itu saya
mengambil judul makalah “ Pertumbuhan dan
Perkembangan bayi”.
1.2 Rumusan masalah
a. Apa pengertian pertumbuhan dan perkembangan?
b. Apa ciri-ciri
dan prinsip-prinsip tumbuh kembang anak?
c.
Apa saja
faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tumbuh kembang anak?
d. Apa saja
aspek-aspek perkembangan yang dipantau?
e. Bagaimana
periode tumbuh kembang anak?
1.3 Tujuan
a. Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai
pertumbuhan dan perkembangan bayi.
b. Untuk mengetahui dan memahami pentingnya pertumbuhan dan
perkembangan bayi dalam memberikan asuhan kepada klien.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pertumbuhan dan Perkembangan
Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak
konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan
dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan
perkembangan yang sesuai dengan usianya.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian
atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta
sosialisasi dan kemandirian.
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan
pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf
pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem
neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut
berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh.
2.2 Ciri-ciri dan
Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak
Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling
berkaitan. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:
1).
Perkembangan menimbulkan perubahan.
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap pertumbuhan
disertai dengan perubahan fungsi. Misalnya perkembangan intelegensia pada
seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf.
2). Pertumbuhan
dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.
Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia melewati
tahapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan
sebelum ia bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan
kaki dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat.
Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan
perkembangan selanjutnya.
3). Pertumbuhan
dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.
Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang
berbeda-beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan
perkembangan pada masing-masing anak.
4).
Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.
Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi
peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi dan lain-lain. Anak sehat,
bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya serta bertambah
kepandaiannya.
5).
Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang tetap,
yaitu:
a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah
kepala, kemudian menuju ke arah kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal).
b. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah
proksimal (gerak kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang
mempunyai kemampuan gerak halus (pola proksimodistal).
6).
Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.
Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan berurutan.
Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya anak terlebih dahulu
mampu membuat lingkaran sebelum mampu membuat gambar kotak, anak mampu berdiri
sebelum berjalan dan sebagainya.
Proses tumbuh kembang anak juga mempunyai prinsip-prinsip yang saling
berkaitan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
a. Perkembangan
merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
Kematangan merupakan proses intrinsik yang terjadi dengan sendirinya,
sesuai dengan potensi yang ada pada individu.
Belajar merupakan perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui
belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan dan
potensi yang dimiliki anak.
b. Pola
perkembangan dapat diramalkan.
Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak. Dengan demikian
perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung dari tahapan
umum ke tahapan spesifik, dan terjadi berkesinambungan.
2.3 Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang Anak
Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang
merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:
a) Faktor dalam
(internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
· Ras/etnik atau
bangsa.
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa
Amerika, maka ia tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau
sebaliknya.
· Keluarga.
Ada kecenderungan keluarga yang
memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
· Umur.
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah
pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
· Jenis kelamin.
Fungsi reproduksi pada anak perempuan
berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa
pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
· Genetik.
Genetik (heredokonstitusional) adalah
bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa
kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.
· Kelainan
kromosom.
Kelainan kromosom umumnya disertai
dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Down dan sindroma Turner.
b) Faktor luar
(eksternal)
v Faktor Prenatal
a. Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam
trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin.
b. Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa
menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot.
c. Toksin/zat
kimia
Beberapa obat-obatan seperti
Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti
palatoskisis.
d. Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan
makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal.
e. Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat
mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi
mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata, kelainan
jantung.
f. Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan
kedua oleh TORCH (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks)
dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali,
retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.
g. Kelainan
imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar
perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi
terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran
darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan
hiperbilirubinemia dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan
otak.
h. Anoksia
embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan
pertumbuhan terganggu.
i. Psikologi
ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah atau kekerasan mental pada
ibu hamil dan lain-lain.
v Faktor
Persalinan
Komplikasi
persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan
kerusakan jaringan otak.
v Faktor
Pascasalin
1. Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat.
2. Penyakit
kronis/ kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung
bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.
3. Lingkungan
fisis dan kimia.
Lingkungan sering disebut melieu adalah
tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak
(provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari,
paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll)
mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
4. Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya.
Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu
merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan
perkembangannya.
5. Endokrin
Gangguan hormon, misalnya pada penyakit
hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
6. Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan
kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan
menghambat pertumbuhan anak.
7. Lingkungan
pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi
ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
8. Stimulasi
Perkembangan memerlukan
rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan,
sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan
anak.
9. Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama
akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang
terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon
pertumbuhan.
2.4 Aspek-aspek
Perkembangan yang Dipantau
1). Gerak kasar
atau motorik kasar
Gerak kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan
pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk,
berdiri, dan sebagainya.
2). Gerak halus
atau motorik halus
Gerak halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan
gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh
otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati
sesuatu, menjimpit, menulis, dan sebagainya.
3). Kemampuan
bicara dan bahasa
Kemampuan
bicara adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respons
terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya.
4). Sosialisasi
dan kemandirian
Sosialisasi
adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri,
membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu atau pengasuh anak,
bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dan sebagainya.
2.5 Perkembangan psikososial
Pada usia sekolah anak mengalami perubahan
pergaulan dilingkungan sekolah atau masyarakat, sehingga anak-anak tersebut
mulai hidup dengan bebas dan mencari tujuan serta tingkah laku diluar rumah.
Pada saat usia ini anak belajar untuk menghasilkan sesuatu dan miulai untuk
mengeksplor keinginan seperti mengkoleksi binatang peliharaan dan bermains
kartu. Anak usia sekolah membutuhkan pengetahuan untuk keberhasilan mereka,
contohnya dalam hal prestasi belajar, partisipasi kelompok dalam mengembangkan
ketrampilan olah raga .
Jika sesorang anak tidak dapat meningkatkan prestasi sesuai harapan orang
tua, saat itulah pertamakali anak belajar mengalami kegagalan dan bereaksi
dengan anisietas dan bermusuhan.
2.6 Perkembangan kognitif
Anak pada usia sekolah biasanya menggunakan
kalimat induktif “sebab” untuk memecahkan masalah yang baru, dapat mengerti
peristiwa yang terjasi, dapat menggunakan logika yang simple seperti masa
volume berat, serta menguasai dasar-dasar matematika.
2.7 Tahap Perkembangan Psikoseksual
Teori perkembangan psikoseksual adalah salah
satu teori yang paling terkenal, akan tetapi juga salah satu teori yang paling
kontroversial. Freud percaya kepribadian yang berkembang melalui serangkaian
tahapan masa kanak-kanak di mana mencari kesenangan-energi dari id menjadi
fokus pada area sensitif seksual tertentu. Energi psikoseksual, atau libido ,
digambarkan sebagai kekuatan pendorong di belakang perilaku.
Jika tahap-tahap psikoseksual selesai dengan
sukses, hasilnya adalah kepribadian yang sehat. Jika masalah tertentu tidak
diselesaikan pada tahap yang tepat, fiksasi dapat terjadi. fiksasi adalah fokus
yang gigih pada tahap awal psikoseksual. Sampai konflik ini diselesaikan,
individu akan tetap “terjebak” dalam tahap ini. Misalnya, seseorang yang terpaku
pada tahap oral mungkin terlalu bergantung pada orang lain dan dapat mencari
rangsangan oral melalui merokok, minum, atau makan.am
ikoseksualund Freud
1. Fase Oral
Pada tahap oral, sumber utama bayi
interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah
sangat penting. Mulut sangat penting untuk makan, dan bayi berasal kesenangan
dari rangsangan oral melalui kegiatan memuaskan seperti mencicipi dan mengisap.
Karena bayi sepenuhnya tergantung pada pengasuh (yang bertanggung jawab untuk
memberi makan anak), bayi juga mengembangkan rasa kepercayaan dan kenyamanan
melalui stimulasi oral.
Konflik utama pada tahap ini adalah
proses penyapihan, anak harus menjadi kurang bergantung pada para pengasuh.
Jika fiksasi terjadi pada tahap ini, Freud percaya individu akan memiliki
masalah dengan ketergantungan atau agresi. fiksasi oral dapat mengakibatkan
masalah dengan minum, merokok makan, atau menggigit kuku.
2. Fase Anal
Pada tahap anal, Freud percaya bahwa
fokus utama dari libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air
besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet – anak harus
belajar untuk mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini
menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian.
Menurut Sigmund Freud,
keberhasilan pada tahap ini tergantung pada cara di mana orang tua pendekatan
pelatihan toilet. Orang tua yang memanfaatkan pujian dan penghargaan untuk
menggunakan toilet pada saat yang tepat mendorong hasil positif dan membantu
anak-anak merasa mampu dan produktif. Freud percaya bahwa pengalaman positif
selama tahap ini menjabat sebagai dasar orang untuk menjadi orang dewasa yang
kompeten, produktif dan kreatif.
Namun, tidak semua orang tua memberikan
dukungan dan dorongan bahwa anak-anak perlukan selama tahap ini. Beberapa orang
tua ‘bukan menghukum, mengejek atau malu seorang anak untuk kecelakaan. Menurut
Freud, respon orangtua tidak sesuai dapat mengakibatkan hasil negatif. Jika
orangtua mengambil pendekatan yang terlalu longgar, Freud menyarankan bahwa-yg
mengusir kepribadian dubur dapat berkembang di mana individu memiliki, boros
atau merusak kepribadian berantakan. Jika orang tua terlalu ketat atau mulai
toilet training terlalu dini, Freud percaya bahwa kepribadian
kuat-analberkembang di mana individu tersebut ketat, tertib, kaku dan obsesif.
3. Fase Phalic
Pada tahap phallic , fokus utama dari
libido adalah pada alat kelamin. Anak-anak juga menemukan perbedaan antara pria
dan wanita. Freud juga percaya bahwa anak laki-laki mulai melihat ayah mereka
sebagai saingan untuk ibu kasih sayang itu. Kompleks Oedipusmenggambarkan
perasaan ini ingin memiliki ibu dan keinginan untuk menggantikan ayah.Namun,
anak juga kekhawatiran bahwa ia akan dihukum oleh ayah untuk perasaan ini,
takut Freud disebut pengebirian kecemasan.
Istilah Electra kompleks telah
digunakan untuk menggambarkan satu set sama perasaan yang dialami oleh
gadis-gadis muda. Freud, bagaimanapun, percaya bahwa gadis-gadis bukan iri
pengalaman penis.
Akhirnya, anak menyadari mulai
mengidentifikasi dengan induk yang sama-seks sebagai alat vicariously memiliki
orang tua lainnya. Untuk anak perempuan, Namun, Freud percaya bahwa penis iri
tidak pernah sepenuhnya terselesaikan dan bahwa semua wanita tetap agak terpaku
pada tahap ini. Psikolog seperti Karen Horney sengketa teori ini, menyebutnya
baik tidak akurat dan merendahkan perempuan. Sebaliknya, Horney mengusulkan
bahwa laki-laki mengalami perasaan rendah diri karena mereka tidak bisa
melahirkan anak-anak.
4. Fase Latent
Periode laten adalah saat eksplorasi di
mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti
pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam
pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri.
Freud menggambarkan fase latens sebagai
salah satu yang relatif stabil. Tidak ada organisasi baru seksualitas
berkembang, dan dia tidak membayar banyak perhatian untuk itu. Untuk
alasan ini, fase ini tidak selalu disebutkan dalam deskripsi teori sebagai
salah satu tahap, tetapi sebagai suatu periode terpisah.
5. Fase Genital
Pada tahap akhir perkembangan psikoseksual, individu mengembangkan minat
seksual yang kuat pada lawan jenis. Dimana dalam tahap-tahap awal fokus hanya
pada kebutuhan individu, kepentingan kesejahteraan orang lain tumbuh selama
tahap ini. Jika tahap lainnya telah selesai dengan sukses, individu sekarang
harus seimbang, hangat dan peduli. Tujuan dari tahap ini adalah untuk
menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang kehidupan.
2.8 Periode Tumbuh
Kembang Anak
Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan
berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Tumbuh kembang anak
terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan, maka periode
tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:
1) Masa prenatal
atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan).
Masa ini dibagi
menjadi 3 periode, yaitu :
Ø Masa zigot/mudigah,
sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu.
Ø Masa embrio,
sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8/12 minggu.
Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi
diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh.
Ø Masa
janin/fetus, sejak umur kehamilan 9/12 minggu sampai akhir kehamilan.
Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:
a. Masa fetus dini
yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester ke-2 kehidupan intra
uterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad manusia
sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi.
b. Masa fetus
lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung
pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer Imunoglobin G (Ig
G) dari darah ibu melalui plasenta. Akumulasi asam lemak esensial seri Omega 3
(Docosa Hexanic Acid) dan Omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak dan retina.
Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama
kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap
pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu hamil, infeksi, merokok dan
asap rokok, minuman beralkohol, obat-obat, bahan-bahan toksik, pola asuh,
depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil, dapat
menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan. Pada setiap
ibu hamil, dianjurkan untuk selalu memperhatikan gerakan janin setelah
kehamilan 5 bulan. Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi
anak sehat, maka selama masa intra uterin, seorang ibu diharapkan:
-
Menjaga
kesehatannya dengan baik.
-
Selalu berada dalam lingkungan yang
menyenangkan.
-
Mendapat
nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya.
-
Memeriksa
kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan.
-
Memberi
stimulasi dini terhadap janin.
-
Tidak mengalami
kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya.
-
Menghindari
stres baik fisik maupun psikis.
-
Tidak bekerja
berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya.
2) Masa neonatal,
umur 0 sampai 28 hari.
Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan
sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ.
Masa neonatal
dibagi menjadi 2 periode:
a. Masa neonatal
dini, umur 0 - 7 hari.
b. Masa neonatal
lanjut, umur 8 - 28 hari.
Hal yang paling
penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat adalah:
· Bayi lahir
ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih, di sarana kesehatan yang memadai.
· Untuk
mengantisipasi risiko buruk pada bayi saat dilahirkan, jangan terlambat pergi
ke sarana kesehatan bila dirasakan sudah saatnya untuk melahirkan.
· Saat melahirkan
sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat menenangkan perasaan ibu.
· Sambutlah
kelahiran anak dengan perasaan penuh suka cita dan penuh rasa syukur.
Lingkungan yang seperti ini sangat membantu jiwa ibu dan bayi yang
dilahirkannya.
· Berikan ASI
sesegera mungkin. Perhatikan refleks menghisap diperhatikan oleh karena
berhubungan dengan masalah pemberian ASI.
3) Masa post
(pasca) neonatal, umur 29 hari sampai 11 bulan.
Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang
pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus menerus terutama
meningkatnya fungsi sistem saraf. Seorang bayi sangat bergantung pada orang tua
dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang
mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia dan memberikan yang terbaik untuk
anak.
Pada masa ini, kebutuhan akan
pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh,
diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi
sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai.
Masa bayi adalah masa dimana kontak
erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam
mendidik anak sangat besar. Masa anak dibawah lima tahun (anak balita, umur
12-59 bulan). Pada masa ini, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat
kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi
ekskresi.
Periode penting dalam tumbuh kembang
anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa
balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Setelah
lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan
sel-sel otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut serabut syaraf
dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang
kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan
sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan,
mengenal huruf, hingga bersosialisasi. Pada masa balita, perkembangan kemampuan
bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia
berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya.
Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa
ini, sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak
dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber
daya manusia dikemudian hari.
·
Pertumbuhan usia 1 - 6 Bulan
a. Berat badan
rata-rata naik 140-200 gram/minggu
b. Panjang badan
rata-rata bertambah 2.5 cm/bulan
c. Lingkar kepala
rata-rata bertambah 1.5 cm/bulan
·
Pertumbuhan usia 6 - 12 Bulan
a.
Pada usia 12 bulan berat badan mencapai 3 kali berat badan lahir dan
rata-rata pertambahan adalah 90 - 150 gram/minggu
b.
Pada usia 12 bulan panjang badan rata-rata bertambah 25 - 30 cm. Pada usia
bayi ini sebagian besar peningkatan panjang badan terjadi pada batang
tubuh/badan dari pada kaki.
c.
Lingkar kepala rata-rata bertambah 0.5 cm/bulan. Pada usia 12 bulan lingkar
kepala akan mencapai 46 - 47 cm.
d.
Fontanel anterior (ubun-ubun depan) menjadi agak lebar pada usia 6 bulan
dan akan menutup pada usia 12 - 18 bulan. Fontanel posterior (ubun-ubun
belakang) menutup pada usia 6 - 8 minggu).
e.
Pertumbuhan gigi susu pertamakali terjadi pada usia 6 - 8 bulan dengan
diawali keluarnya gigi seri tengah bawah. Umumnya ketika berisia 12 bulan anak
memiliki 6 - 8 gigi.
·
Perkembangan usia lahir - 3 Bulan
a. Rasa lapar dan
keinginan untuk makan ditunjukkan dengan menangis, bila telah terpenuhi bayi
akan tidur
b. Belajar
mengangkat kepala
c. Belajar
mengikuti objek dengan matanya
d. Melihat kemuka
seseorang dan tersenyum
e. Bereaksi
terhadap suara/bunyi
f. Mengenal ibunya
dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak
g. Menahan barang
yang dipegangnya
h. Mengoceh
spontan atau bereaksi dengan mengoceh
·
Perkembangan usia 3 - 6 Bulan
a. Dapat
mendekatkan bibir pada cangkir / tempat minum
b. Enzim
pencernaan akan lengkap pada usia 4 - 5 bulan. Kenalkan pada makanan tambahan
pada usia 6 bulan. Pemberian makanan tambahan terlalu dini dikhawatirkan akan
menimbulkan alergi.
c. Mengangkat
kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan bertopang tangan
d. Mulai belajar
meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau diluar jangkauannya
e. Menaruh
benda-benda pada mulutnya
f. Berusaha
memperluas lapangan pandangan
g. Tertawa dan
menjerit karena gembira bila diajak bermain
h. Mulai berusaha
mencari benda yang hilang
·
Perkembangan usia 6 - 9 Bulan
a. Dapat duduk
tanpa dibantu
b. Dapat tengkurap
dan berbalik sendiri
c. Dapat merangkak
meraih benda atau mendekati seseorang
d. Memindahkan
benda dari satu tangan ke tangan yang lain
e. Memegang benda
kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
f. Bergembira
dengan melempar benda-benda
g. Mengeluarkan
kata-kata tanpa arti
h. Mengenal muka
anggota keluarga dan takut kepada orang asing atau orang lain
i. Mulai
berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi-sembunyian
j. Mulai merasa
takut tidur dan takut ditinggal sendiri dalam gelap
·
Perkembangan usia 9-12 Bulan
a. Dapat berdiri
sendiri tanpa dibantu
b. Dapat berjalan
dengan dituntun
c. Menirukan suara
d. Mengulang bunyi
yang didengarnya
e. Belajar
menyatakan satu atau dua kata
f. Mengerti
perintah sederhana atau larangan
g. Memperlihatkan
minat yang besar dalam meng -eksplorasi sekitarnya, ingin melihat semuanya,
menyentuh apa saja dan memasukkan benda ke dalam mulutnya
h. Berpartisipasi
dalam permaian
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian
atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta
sosialisasi dan kemandirian.
Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling berkaitan.
Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:
1).
Perkembangan menimbulkan perubahan.
2). Pertumbuhan
dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.
3). Pertumbuhan
dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.
4). Perkembangan
berkorelasi dengan pertumbuhan.
5).
Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
6).
Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.
Proses tumbuh kembang anak juga mempunyai prinsip-prinsip yang saling
berkaitan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
-
Perkembangan
merupakan hasil proses kematangan dan belajar.
-
Pola
perkembangan dapat diramalkan.
Faktor-faktor
Yang Mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang Anak
ü Faktor dalam
(internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
ü Faktor luar
(eksternal).
Aspek-aspek
Perkembangan yang Dipantau
1). Gerak kasar
atau motorik kasar
2). Gerak halus
atau motorik halus
3). Kemampuan
bicara dan bahasa
4). Sosialisasi
dan kemandirian
Periode Tumbuh
Kembang bayi:
-
Masa prenatal
-
Masa neonatal
3.2 Saran
Kita sebagai tenaga kesehatan harus
lebih meningkatkan pengetahuan dan memahami tentang pertumbuhan dan
perkembangan bayi. Hal ini sangat penting dalam memberikan asuhan kepada
klien.
Daftar Pustaka
www.belajarpsikologi.com
baby-afif.blogspot.com/2008/10/pertumbuhan-dan-perkembangan-bayi-0-12.html?m=1
kuliahbidan.wordpress.com/2009/04/03/pertumbuhan-dan-perkembangan-bayi-balita/
seputarduniaanak.blogspot.com/2009/11/tahap-tahap-pertumbuhan-dan.html?m=1